Postingan

Kelahiran

Hari ini sosok perempuan telah hadir bernama *lanae* yang membuat sebuah kalimat yang panjang untuk mereflesikan hidup. Kata demi kata yang hadir dan ikut menyadari betapa dalamnya tentang kehidupan Seringkali kita melihat hidup dengan datar tapi pernahkah bertanya untuk apa kita hadir didunia ini dan untuk apa kita mengikuti semua. Terlepas apapun yang kalian bawa atau kalian genggam coba pikirkan siapa identitasmu dan kemana kamu membawa dirimu. Pernahkah berpikir kehadiranmu membawa dampak? Carilah dirimu hingga kamu menemukannya.  Berjalanlah dan refleksikan lah

Hari ini

Hari ini aku melangkah percaya diri Berjalan dengan keyakinan Namun ketika masalah menghampiri Aku tercekik ditengah keramaian Ia tak berwujud hanya membentuk ilusi Aku menyakinkan diriku bahwa itu tidak nyata Namun fruekuensi menyadarinya Bahwa keyakinanku hanyalah sekedar ilusi Membuatku semakin tercekik dengan diriku Aku mencoba mengusirnya Namun semakin aku paksa semakin membunuhku Bercerita, namun mereka tidak memahami yang aku rasakan Beban yang dipikul mereka juga terlalu berat Lantas apa yang membuatku tenang?

Pelarian

Berlari menuju tujuan Tanpa menengok kearah manapun Sampai pada akhirnya aku berhenti Yang kutemukan hanya diriku sendiri  Tersesat? Salah jalan? Apakah aku lanjut? Lari lagi melirik kesamping Lalu lanjut berlari kencang  Masih tidak ada orang namun aku terhenti... Sampai aku sadar Aku berada .... Antara kerumunanan yang berlomba mencapai kursi Antara kerumunan orang yang berlomba menangisi kehidupan Aku takut Aku menangis Aku berteriak Nafasku tercekat Adakah garis pembatas jelas antara pilihan ini? Kenapa ada digaris abu abu Kenapa harus ada posisi tengah tengah Rasa ketakutan menyelimuti ku Perjalanan hidup rasa memberatkan Setelah aku tahu bahwa dunia bukan hanya tentang berlari  Tetapi memaknai kehidupan Nafsuku membuncah Mengikutinya sampai fisikku menurun Sampai pada akhirnya Terpikir untuk mengakhiri Tak ada lagi harapan yang dilihat  Tak ada lagi topangan yang bisa disentuh Aku hanya sendirian diantara kerumunan Kerumunan ini membuatku sesak Mencapai hal yan...

kenapa

Apakah aku harus meleburkan bakatku Atau Menolak bakat yang sudah aku punya Aku tahu secara alami dia ada didalam diriku Aku tahu ini kenyamanan yang semua orang inginkan Tapi... Kenapa harus aku? Questioning membuat aku ragu akan kemampuan apa yang aku punya Kata orang kita tidak menemukan diri sendiri jika kita tidak membuatnya Ternyata aku masih lari Lari dari kenyataan pahit  Mau sejauh apapun aku berlari Aku akan dihadapkan kenyataan yang sama Takdir menuntun ku kearah yang ditentukan Semua yang aku jalani saat ini ternyata sudah ditentukan Aku memilih ini ternyata masih dijalan takdir yang sudah tetap Pertanyaan terakhir Apakah aku bisa melaluinya? Perjalanan hidup yang membuat aku tertawa ternyata intuisi ku sendiri yang membawa aku ke takdir itu sendiri.

Era

Sebelum kematian  Ada hal yang dipikir kembali Ada hal yang diimpikan kembali Cahaya yang hilang ditelan gelapnya malam Apakah aku layak untuk hidup Cahaya sudah memudar Kematian ditenggelamkan oleh ketakutan Pernahkah.. Bisu saat menangis Bisu saat berteriak

Fase

Kematian tanda perayaan Namun kematian juga menjadi tanda Bahwa yang hidup akan mengalami kematian Detik detik berlalu kurasakan Tak ada tanda kehidupan Gelap kosong hampa Kesendirian membunuhku Bersama juga mengikatku Tak ada tempat yang aman Jika ini akhir kisahku Tidak... Ini bukan akhir kisahku...  

Breath

Rasa sesak mengerumuniku Gemetar melihat semua mata kearahku Berkali jali aku yakinkan diriku Bahwa aku kini menyerah dengan hidupku Berkali kali berusaha mencari kebahagiaan Berkelana sampai menggunakan topeng penuh kepalsuan Setengah diriku hancur melupakan kesengsaraan Seharusnya itu menjadi menyenangkan Kata orang momen bersama orang dicintai bahagia buka? Namun aku tak bisa merasakan Kata orang masa remaja indah bukan? Aku juga tak bisa merasakan Beberapa hal yang kulalui menjadi pengalaman  Namun membuat diriku semakin nyaman Nyaman akan kesendirian... Pada akhirnya aku kehilangan diriku Kepalsuan yang membuat orang mendekat padaku Kesendirian yang membuat orang menjauh padaku Yang pada akhirnya luka ini semakin dalam menyakitiku Tidak adakah cahaya yang menerangiku Jatuh bangkit bercampur dengan airmataku Enggan membenani orang lain karena luka  Bersedia Pisau selalu ada disampingku Untuk membangkitkan emosi dalam diriku Aku memutuskan untuk bermimpi Sedikit saja didala...